Tentu kita semua ingat dengan pertanyan kita waktu kecil " kamu mau jadi apa nanti jika sudah besar nak? "
mau jadi dokter om, mau jadi polisi om, mau jadi dokter bang, mau jadi manusia yang berguna pak guru.
kehidupan memang mengalir seperti air, dan apa yang kita cita-citakan dahulu tidak semua sesuai dengan kenyataan.bahkan orang tua pun tidak berdaya dengan kehidupan kita.
Memang pertanyaannya apakah kita dapat mensetting kehidupan kita yang akan datang? tentu bisa saja itu dilakukan .tetapi apa semua kehidupan kita dapat kita atur ssesuai skenario kita, inilah yang sulit untuk di jawab.
Ada yang berpendapat bahawa kehidupan kita sudah di takdirkan bahkan sebelum kita di lahirkan, ada juga yang bersikukuh bahwa kita mempunyai otoritas penuh atas kehidupan kita di muka bumi ini dengan menafikan peran Tuhan'
Tentu dua pendapat tersebut ada benarnya, dan tentu juga memiliki kelemahan argumennya masing-masing. bahkan sebagai contoh seorang PSK atau koruptor sekalipun tidak mempunyai rencana untuk hidup seperti itu.
Kesimpulannya memang Tuhan lah yang mempunyai otoritas atas jodoh anda,sejauh mana rejeki anda, takdir dan kematian anda kelak, tetapi anda juga lah yang menetukan kriteria jodoh anda, darimana sumber rejeki anda, dan tingkat kesehatan anda.
Inilah yang penulis maksud dengan posisi kita dengan Tuhan tentang nasib kita di dunia adalah fifty-fifty. pemikiran yang sederhana, simple, awam dan tidak terlalu dalam....hehehehe
anyway , tetaplah berdoa untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan, dan bersyukur atas kehidupan kita............gbu
No comments:
Post a Comment