PORTAL BERITA ONLINE SAMPAH

SITUS DAN MEDIA BERITA SAMPAH

Gua gak habis pikir sama portal berita online yang menjadikan status media seseorang menjadi berita, apalagi jika status medsos tersebut adalah milik selebritis entah berita baik atau berita gak penting dan bikin enek tetap di jadikan bahan artikel berita. Dan Goblok nya banyak yang baca dan di tanggapi pembaca entah itu tanggapan dari si empunya portal sendiri mungkin.

Menjamurnya portal berita online saat ini membuat kualitas informasi menjadi rendah bahkan tergolong sampah, ada berita yang bikin orang mlototin sedikit di tulis dengan seksama, bahkan cuma bermodal ngelongokin status selebriti enacri sensasi yang tak layak di sebut berita.

Situs berita Abal Abal ini biasanya tergantung dari banyaknya traffic yang mengunjungi website mereka, berita di buat secara bombastis mungkin agar mengklik dan melihat situsnya, walau judul tak selalu sesuai dengan isinya. Situs portal berita ini dengan cueknya mengeluarkan berita sensitif seperti pernyataan adu domba, rasial, dan hujatan tanpa batasan moral, mereka tak perduli dampaknya akan berita mereka , mereka cuma perduli traffic mengunjungi tinggi, adsense menghasilkan, dan uang pun mengalir ke kantong mereka.

Portal Abal Abal ini sebenarnya nya tak akan berumur panjang, mereka biasanya merubah bentuk sesuai kebutuhan, walau begitu sebagai pencari berita berkualitas menjadi jengah dan malas membuka mesin browser yang di penuhi portal media online berkelas sampah tersebut.

Pesta Para Pesakitan Di Negara Sakit

Pesta Para Pesakitan Di Negara Sakit

Denger berita tentang para napi koruptor yang dengan bebas menikmati kehidupan mewah di penjara bahkan bisa berwisata syahwat ke hotel mewah memang berita yang bikin semua orang geleng geleng kepala, dengan mudahnya mengucur kan sejumlah uang untuk dapat previlidge lebih yang tentu menyenangkan bagi mereka. 

Kita tentu masih ingat dengan seorang napi yang tempo lalu bisa berwisata ke Bali untuk sekedar menonton event  olahraga, luar biasa gilanya dan ternyata masih terjadi hingga sekarang.

Hal gila bin edan apa sih yang gak bisa terjadi di sini, negara dengan sistem yang rusak karena ketamakan akan uang. Para pelaku seperti bergilir saja menanti ke Tahuan nakal dan di proses hukum. Dan mereka seperti sedang tertimpa kesialan saja jika ketahuan korup tanpa ada merasa bersalah dan kotor akan perbuatannya.

Membasmi perilaku korup di negeri ini seperti buntu dan Tak ada harapan, semua upaya pernah di lakukan, dan gagal kembali karena si pembuat aturan sendiri yang melanggar.

Dan akhirnya nya kita cuma diam sambil menyaksikan para pesakitan berpesta pora tanpa ada yg bisa mencegah, jika ketahuan maka senyap sejenak dan kembali terulang di kemudian hari, sungguh gila ini negeri.....

Benarkah dunia marketing adalah dunia yang fair

Benarkah dunia marketing adalah dunia yang fair
Banyak orang yg bilang dan berpendapat bahwa dunia sales itu dunia yang fair, banyak praktisi yg berpendapat sama seperti itu, bahwa bidang ini lepas dari suka tidak suka, cari muka bahkan hbungan saudara sedarah atau saudara ketemu gede, individu dapat dinilai hanya dari kinerja penjualan Yaang dia hasilkan, atau cuma angka yg berbicara , benarkah seperti itu?

Berdasarkan pengamatan penulis, berdasarkan pengalaman penulis Daan rekan se profesi memang benar bahwa ada perusahaan yang benar-benar memberlakukan seperti tersebut, kinerja marketing nya hanya berdasarkan kan angka penjualan yang dapat di raih oleh individu yang bersangkutan dan melupakan yang menjadi kekurangan dari individu tersebut , menurut penulis hal ini dapat terjadi hanya di perusahaan yang sudah lama, sistem kerjanya sudah mapan dan atmosfir dari perusahaan tersebut sudah sangat baik. Semua bagian dan departemen tersebut dengan otomatis sambagat mendukung penjualan, baik bagian administrasi, HRD, promosi sampai ke sekuriti dan office boy sudah sangat mengerti dan profesional menjalankan semua jobdes nya dengan baik dan nerujung pada suport yang maksimal untuk departemen sales dan marketing.

Jika anda bekerja di contoh perusahaan diatasi maka sangatlah ideal dan kondusif untuk dapat mengejar hasil penjualan yang anda tuju sebagai jalan untuk mendapat komisi penjualan yang sebesar2 nya untuk dapur dan masa depan anda sebagai sales yang profesional.

Tapi pada kenyataannya tidak lah semua perusahaan seperti di atas, banyak developer yang tidak mempunyai sistem yang mapan, bahkan ada juga BUMN besar yang pengelolaan dan sistem kerjanya seperti toko material bahkan toko kelontong, kedekatan personal menjadi sangat penting, bahkan harus bersandiwara untuk terlihat baik di mata atasan dan bos. Penilaian sangat2 subyektif, pendapat pemilik perusahaan adalah titah raja yg sangat berbahaya untuk di abaikan dan di tolak pendapatnya.

Jika kita mengalami kasus di atas, sebaiknya kita mawas diri, sebisa mungkin menyesuaikan dengan keadaan dimana kita kerja, sopan santun menjadi hal utama, penampilan harus trendy, attitude di jaga, bahkan trik2 untuk kita dekat dengan atasan harus kita jalankan dengan seksama, hal2 tersebut memang harus kita lakukan jika memang kita mau bekerja di jangka waktu waktu yang lama di perusahaan tersebut.

Jadi kesimpulan saya pendapat judul di atas tidak lah selalu benar dan anda harus dapat mengerti dan mafhum dengan keadaan di sekeliling anda, banyak serigala berbulu domba dan iblis berwajah malaikat, tetap semangat dan positif thinking.

Cerita Bernama Ahok Akan Berlanjut Atau Selesai

Cerita Bernama Ahok Akan Berlanjut Atau Selesai
Mungkin Cuma Pria yang bernama Ahok Alias BTP yang membuat negeri ini begitu riuh rendah akan politik kelas Pilkada, Ahok adalah cerita bagaimana seorang politisi yang kebetulan ber etnis minoritas di Indonesia yang mencoba eksis dan menggapai tujuan politik nya dengan segala latar belakang nya yang membuntuti gerak gerik nya.

Saya tidak mengenal pribadi Ahok seperti mungkin para pendukungnya atau para penggemarnya, cuma menilai dari luar dan perilaku yang bersangkutan di dunia politik atau sebagai pejabat tertinggi di ibu kota. Ahok sempat membuat orang terkaget kaget dengan gayanya bicara, bekerja , berkomunikasi, ada yang mengaguminya dengan begitu dalam, tapi ada yang membencinya juga dengan amat sangat. Mengapa bisa terjadi dua kutub yang sangat jauh berbeda, hampir tidak ada di posisi tengah-tengah jika menyangkut Ahok. Pemujanya akan mengatakan Ahok adalah pahlawan dengan kerja nyata di Jakarta, tapi pembencinya juga sangat keras tidak menyukai gaya dan segala tingkah lakunya.

Kalau membenci Ahok karena etnisnya, mungkin ada, tapi saya kira itu bukan suara mayoritas dan tidak signifikan. Rakyat Jakarta adalah penduduk yang rasional dalam menilai kepemimpinan seseorang, tapi juga tidak ingin riuh rendah politik terlalu lama menggema di Jakarta . Nasib Ahok akhirnya berakhir di penjara, karena hal yang di perdebatkan banyak orang, seperti sinetron dunia terbalik, ada saatnya di puncak kekuasaan dan ada kalanya di tempat paling di hindari manusia yaitu dinginnya bangsal tahanan.

Mungkin kesalahan Ahok adalah dengan agresif mencalonkan menjadi gubernur di periode kedua dengan gaya yang kurang tepat, sikap kerasnya seperti bahan bakar gratis bagi lawannya. Kelemahan dalam kurang luwesnya berkomunikasi menjadi sasaran tembak. Banyak yang mendukung akan gaya nya, tapi mereka terlalu dramatis dan menjadikan Ahok seperti super Hero yang harus keras dan jantan menghabisi penjahat, sikap ini juga jadi sumbangsih juga yang membuat Ahok seperti tidak melihat celah kelemahan dalam dirinya. Akhirnya pemilih Jakarta lebih memilih menjadi konservatif dengan tidak membuat tambah gaduh Jakarta dari pada menikmati kinerja Ahok, yang mereka akui berhasil itu.

Akan kah cerita Ahok akan berlanjut setelah keluar penjara, film Ahok sedang tayang di bioskop nasional, dengan cukup antusias penonton membuat pertanyaan , mungkin kah Ahok akan comeback ke dunia politik, cuma Ahok yang bisa menjawab, dan kita tunggu apa yang beliau dapat selama di penjara, apakah akan dan perubahan style atau mungkin akan ada kejutan yang akan beliau lakukan.

To be continued

Negara yang tak pernah Punya Solusi atas masalahnya sendiri

Negara yang tak pernah Punya Solusi atas masalahnya sendiri

Gonjang ganjing ekonomi sekarang ini sebenarnya pernah Indonesia alam di tahun tahun yang silam, melemah nilai tuker, devisit perdagangan sampai ekspor yang kurang menjadi masalah rutin dari ekonomi negeri kita, dampak dari kurs yang menghawatirkan dan devisit perdagangan adalah masalah yang berdampak pada harga harga kebutuhan pokok yang merangkak naik, antisipasi untuk menanggulangi tetap seperti dahulu, sangat temporer dan tidak menyelesaikan masalah mendasar .

Kebiasaan bangsa ini menghadapi masalah memang tidak solutif, seperti bagaiman menghadapi masalah banjir, masalah kebakaran hutan, masalah penyelundupan barang, masalah kritis energi selalu tidak menyelesaikan masalah, padahal jika soal ahli ekonomi, ahli sosial budaya sampai ahli lingkungan

Di indonesia jumlah nya gak ketulungan banyaknya, analisa ekonomi dengan canggih bisa di simpulkan , para menteri pemerintah anda punya berbagai macam jalan keluar dan sudah tau apa yang menjadi kanker penyakit bangsa ini.

Alih alih menyelesaikan masalah mereka malah asik berdebat tanpa kata sepakat, pemerintah dari masa ke masa tidak pernah bisa menyelesaikannya, negara menunggu dampak positif dari ekonomi dunia yang tidak bisa kita kendalikan .mungkin cuma alasan dari ketidak mampuaan mengeksekusi kebijakan ekonomi yang baik dan berdampak bagi kesejahteraan rakyat.

Sudah mafhum bahwa ekonomi Indonesia di kuasai oleh segelintir orang saja, yang super kaya, dan juga pejabat atau mantan pejabat yang secara bersama menumpuk pundi pundi kekayannya untuk tujuh turunan mereka.

Bagi orang yang pesimis mungkin ya negeri kita akan sepeti ini terus jika tidak bertambah rusak tentunya, negara di kelola dengan amatiran, tidak bisa berbuat semua janji yang di keluarkan mulutnya saat akan berkuasa, dan tetap tidak berdaya menyelesaikan masalah bangsa walaupun terlihat jelas apa yang menjadi masalah dan apa yang sebenarnya bisa di lakukan.semua memikirkan perut masing masing , seakan tidak pernah cukup sebanyak apapun kekayaan yang mereka miliki.

Menakar Kebesaran Sebuah Negara atau Bangsa dari Prestasi Olahraga nya.

Menakar Kebesaran Sebuah Negara atau Bangsa dari Prestasi Olahraga nya.
Ajang olahraga dunia seperti olimpiade atau Asian Games banyak menyita perhatian seluruh Dunia. Gengsi sebuah Bangsa di Pertaruhkan di ajang olahraga tersebut, semua atlit mati Matian untuk merebut prestasi, terbaiknya.Drama ,emosi, bahkan tangis mengharukan terjadi di ajang ini.

Negara Besar seperti China , Amerika serikat dan Rusia tentu mempertaruhkan nama negara melalui cabang olahraganya walau semisal Amerika serikat adalah negara besar dan Adi daya dunia dalam semua bidang tapi kalau prestasi olahraganya melempem tentu sangat lah memalukan bagi pemimpin dan rakyatnya.Maka Amerika pun harus selalu menjadi juara umum di ajang olimpiade, sepeninggal uni Soviet memang USA tak tertandingi prestasinya di olimpiade. Bahkan China yang memproklamirkan sebagai sebagai negara Adi daya baru masih belum melangkahinya .

Dalam Ajang Asian Games tentu China seperti raksasa yang sulit di tandingi, hampir semua cabang olahraga China menjadi kampiun, perolehan medali emasnya sangat banyak untuk menyaingi setengahnya pun sulit di samakan. Mengapa China bisa begitu perkasa di dunia olahraga, tentu jawabannya adalah olahraga China merupakan pride of nation dari bangsa yang penduduknya hampir 2milyar itu. Dengan program olahraga yang baik dan perhatian negara 100% merupakan jaminan untuk hidup dari para atletnya, jika berprestasi maka jaminan hidup dari negara di dapatkan atlit atlit negeri tirai bambu tersebut.

Bagaimana dengan Indonesia? Cukup menggeleng-gelengkan kepala saja kita, negara besar dengan prestasi olahraga yang kerdil. Kegandrungan rakyat dengan olahraga kurang di dukung dengan konsep m mbangun olahraga yang bagus. Mencari bakat atlit di Indonesia tidak lah sulit, karena penduduknya yang besar dan nasionalisme rakyat kita militan dan fanatik. Apa ekonomi kita yang kurang baik? Ah tidak juga sepertinya , negara dengan level Ekonomi yang sama pun banyak yang lebih baik prestasi olahraganya, apa ras manusianya yang memang pecundang? Sepertinya juga bukan alasan, karena ada atlit atlit bulutangkis, tinju dan atletik yang mampu juara dunia. Mungkin karena kita yang kurang berprilaku sebagai bangsa yang besar, tidak menjadikan prestasi olahraga sebagai kebanggaan berbangsa dan bernegara.

Politik Seolah olah Goblok

Politik yang seolah olah Goblok.

Ada yang unik tentang kehidupan politik Indonesia, karena hampir semua pelaku atau politisi tidak mempunyai ideologi yang jelas, besok bisa disana, esoknya lagi bisa tiba tiba posisinya di tempat lain. Tanpa idealisme, tanpa arah dan sangat tampak ambisi kekuasaan dan untuk menikmati pundi pundi duniawi yang di mau di raih.

Sedangkan itulah nyatanya politisi kita, apakah tercermin dari bangsa kita, kita koq yakin bangsa Indonesia masih normal dan punya tujuan luhur kehidupan berbangsa, atau kah kita sampai segitu bodohnya membiarkan mereka berlaku bak serigala lapar yang mau memangsa apa saja yang ada.

Para politisi kelas kakap rata rata rata mempunyai media massa yang lumayan besar dan seenaknya saja di pakai untuk kepentingan politik nya, membuat tv menjadi corong pihak 2 kekuasaan atau yang baru akan meraih nya.membela dan membuat opini pembenaran yang seolah olah memang mereka benar.

Ada jelas jelas stasiun tv yang mengkampanyekan satu pihak, ada situs web yang setiap artikelnya menyerang pihak lawan, ada pengamat yang mulutnya keluar busa pembenaran tuannya. Sungguh paradoks yang membuat putus asa kita yang memperhatikannya.

Setiap saat melihat mereka mereka seperti kita memutar balikan akal sehat, apakah kita goblok ya, memilih mereka jadi pejabat publik, atau sistem yang memaksa masyarakat memilih mereka. Bancakan duit negara bukan hanya terjadi hari ini, tapi makin hari koq makin vulgar, kegoblokan yang terjadi harus di akhiri, jangan pedulikan aksi para binatang itu mempertontonkan akal bulus berkali-kali, stop kegoblokan kita.........!