Betawi Pinggiran

Posted by A.pro on

Betawi pinggiran

Orang Betawi menurut sejarah adalah penduduk pribumi dari kota Jakarta , tapi tidak hanya di wilayah DKI Jakarta orang yang berbahasa, berbudaya, bahkan mengaku orang Betawi ini tidak tinggal, di wilayah Bekasi , Tanggerang, sampai depok menjadi daerah mereka tinggal. Orang Betawi yang di luar area Jakarta biasanya disebut Betawi pinggiran, karena wilayah dan ada sedikit perbedaan bahasa sehari hari nya.

Suku bangsa Betawi terkenal dengan Egaliter nya, selaku menanggapi masalah dengan santai cenderung terkesan kurang serius dan lebih banyak bercanda di setiap kesempatan, kelebihan orang Betawi biasanya sangat menghormati orang yang usianya lebih tua, dan sangat menghormati pemuka agama seperti kiai atau habib.

Di dalam pergaulan orang Betawi sangat solider dengan teman, dan paling senang menghabiskan waktu kongkow-kongkow atau nongkrong di tempat keramaian secara berkelompok dan di selingi candaan yang kadang berlebihan .

Kesenangan warga Betawi untuk bersantai menjadi kelemahan dalam mencari penghasilan, siang hari jika anda ada di pinggiran Jakarta seperti Depok, mereka lebih senang nongkrong di pos pos ojek, untuk bermain kartu, atau ngobrol gak tau juntrung sambil menunggu penumpang yang datang, kurang ngotot nya orang Betawi berimbas pada ekonomi mereka, kesejahteraan pas2an, sangat beruntung jika memang datang dari keluarga yang mempunyai tanah untuk di buat kontrakan.

Memang begitulah perilaku orang Betawi , memang tidak semuanya, banyak juga yang sukses berkarir di pemerintahan atau wirausahawan. Disaat persaingan yang semakin dahsyat warga Betawi harus sadar, jika tidak berubah bisa tinggal nama dan ondel ondel yang tersisa. Jalur pendidikan harus lebih di prioritaskan, prilaku yang banyak membuang waktu harus di buang perlahan.

Sebagai orang yang juga berdarah Betawi, penulis menyadari memang sulit merubah kebiasaan santai yang sudah mendarah daging, kejarlah peluang walau jauh dari kampung kelahiran, buanglah stikma Betawi hanya bisa hidup di kampung halaman dan malas dalam mencari penghidupan.

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment