Benarkah dunia marketing adalah dunia yang fair

Posted by A.pro on

Benarkah dunia marketing adalah dunia yang fair
Banyak orang yg bilang dan berpendapat bahwa dunia sales itu dunia yang fair, banyak praktisi yg berpendapat sama seperti itu, bahwa bidang ini lepas dari suka tidak suka, cari muka bahkan hbungan saudara sedarah atau saudara ketemu gede, individu dapat dinilai hanya dari kinerja penjualan Yaang dia hasilkan, atau cuma angka yg berbicara , benarkah seperti itu?

Berdasarkan pengamatan penulis, berdasarkan pengalaman penulis Daan rekan se profesi memang benar bahwa ada perusahaan yang benar-benar memberlakukan seperti tersebut, kinerja marketing nya hanya berdasarkan kan angka penjualan yang dapat di raih oleh individu yang bersangkutan dan melupakan yang menjadi kekurangan dari individu tersebut , menurut penulis hal ini dapat terjadi hanya di perusahaan yang sudah lama, sistem kerjanya sudah mapan dan atmosfir dari perusahaan tersebut sudah sangat baik. Semua bagian dan departemen tersebut dengan otomatis sambagat mendukung penjualan, baik bagian administrasi, HRD, promosi sampai ke sekuriti dan office boy sudah sangat mengerti dan profesional menjalankan semua jobdes nya dengan baik dan nerujung pada suport yang maksimal untuk departemen sales dan marketing.

Jika anda bekerja di contoh perusahaan diatasi maka sangatlah ideal dan kondusif untuk dapat mengejar hasil penjualan yang anda tuju sebagai jalan untuk mendapat komisi penjualan yang sebesar2 nya untuk dapur dan masa depan anda sebagai sales yang profesional.

Tapi pada kenyataannya tidak lah semua perusahaan seperti di atas, banyak developer yang tidak mempunyai sistem yang mapan, bahkan ada juga BUMN besar yang pengelolaan dan sistem kerjanya seperti toko material bahkan toko kelontong, kedekatan personal menjadi sangat penting, bahkan harus bersandiwara untuk terlihat baik di mata atasan dan bos. Penilaian sangat2 subyektif, pendapat pemilik perusahaan adalah titah raja yg sangat berbahaya untuk di abaikan dan di tolak pendapatnya.

Jika kita mengalami kasus di atas, sebaiknya kita mawas diri, sebisa mungkin menyesuaikan dengan keadaan dimana kita kerja, sopan santun menjadi hal utama, penampilan harus trendy, attitude di jaga, bahkan trik2 untuk kita dekat dengan atasan harus kita jalankan dengan seksama, hal2 tersebut memang harus kita lakukan jika memang kita mau bekerja di jangka waktu waktu yang lama di perusahaan tersebut.

Jadi kesimpulan saya pendapat judul di atas tidak lah selalu benar dan anda harus dapat mengerti dan mafhum dengan keadaan di sekeliling anda, banyak serigala berbulu domba dan iblis berwajah malaikat, tetap semangat dan positif thinking.

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment